Sejarah Perjalanan Odoo Community dan Enterprise

Sejarah Perjalanan Odoo Community dan Enterprise

Sejarah Perjalanan Odoo Community dan Enterprise – Pada tahun 2015, Odoo mengumumkan pivot dalam model bisnisnya. Tidak lagi hanya mengembangkan software open-source dan menjual layanan pendukung, mereka beralih ke bisnis model open core. Selain produk Odoo Community, mereka juga mengembangkan software eksklusif tambahan yang diberi nama Odoo Enterprise.

Artikel ini merupakan terjemahan dari publikasi di blog resmi Odoo: “Odoo Community & Enterprise”

Dari sudut pandang bisnis, perubahan ini diperlukan. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan layanan dukungan tidak dapat membiayai seluruh operasional perusahaan: pengembangan produk software, membangun brand, dan membangun jaringan mitra di seluruh dunia. Selain itu, pipeline pendapatan Odoo tidak berkelanjutan – pelanggan hanya membeli layanan dukungan di tahun pertama. Begitu sistem berjalan dengan baik, pelanggan tidak memperpanjang kerjasama di tahun-tahun berikutnya.

Dari kacamata open source, perubahan ini juga diperlukan. Pasar software ERP berkembang dengan cepat, harapan pelanggan dan kompetisi melaju tanpa henti. Jika Odoo tidak berinvestasi besar-besaran pada produknya, komunitas Odoo akan ditinggalkan dalam beberapa tahun, seperti yang dialami proyek software open source lainnya. Jadi, Odoo membutuhkan sumber pendapatan yang berkelanjutan agar dapat merekrut lebih banyak software developer untuk meningkatkan kualitas produk software mereka.

Sejak Odoo memutuskan untuk pivot, mereka menjalani pengalaman yang fantastis. Dari sisi bisnis, pada saat itu Odoo merugi 500,000 euro (setara Rp7,4 miliar) per bulan. Dan mereka hanya memiliki kas untuk beberapa minggu ke depan. Pada akhir tahun 2016, arus kas Odoo stabil positif di angka 500,000 euro per bulan. Dan komunitas juga merasakan manfaatnya: Odoo memiliki lebih dari 180 software developer untuk mengembangkan Odoo Community, produk open source mereka. Jumlah pengembang ini tumbuh 4 kali lipat dibanding sebelumnya.

Posisi kas Odoo dari tahun 2014 hingga 2017

Keputusan penting dalam pivot model bisnis ini adalah Odoo menghindari pengembangan 2 produk yang berbeda: Odoo Community dan Odoo Enterprise. Mereka mengembangkan versi Enterprise yang berbasis dari Odoo Community. Dengan begitu, keberhasilan satu produk akan mendorong keberhasilan produk yang lain. Odoo Enterprise memperoleh visibilitas dari Odoo Community yang memiliki jutaan pengguna. Dan Odoo Community akan mendapatkan manfaat dari pengembangan yang dilakukan di Odoo Enterprise.

Bagaimana Memutuskan Fitur Masuk ke Odoo Enterprise atau Community?

Jika pengembangan dilakukan dengan meningkatkan modul yang sudah ada, bukan membangun modul baru, maka ini sudah jelas. Odoo akan mengembangkannya baik di Odoo Community dan Enterprise. Namun, jika pengembangannya adalah membuat aplikasi atau modul baru, mereka hanya menerapkannya di versi Enterprise.

Odoo memiliki visi yang jelas terkait roadmap pengembangan kedua produk mereka, baik Odoo Community maupun Enterprise.

Keuntungan dari pengembangan Odoo Community adalah versi ini dapat mendatangkan lebih banyak pengguna baru. Strategi ini juga memberi dampak pada pangsa pasar, dimana pasar lebih memilih Odoo dibandingkan kompetitor. Kita tahu bahwa sulit untuk menyaingi produk gratis dan berkualitas tinggi, hal yang dimiliki Odoo Community.

Keuntungan dari pengembangan Odoo Enterprise adalah, tentu saja, produk ini yang mendatangkan pendapatan. Dengan adanya pendapatan inilah Odoo dapat terus mengembangkan kedua produk mereka.

Tujuan Odoo adalah menjaga keseimbangan yang baik antara Odoo Community dan Enterprise. Mereka menyatakan bahwa 80% pengembangan harus untuk Odoo Community, untuk menarik lebih banyak pengguna, dan 20% untuk Odoo Enterprise untuk meningkatkan pipeline pendapatan perusahaan. Dengan begitu, Odoo tetap dapat merekrut software developer terbaik untuk terus menjaga kualitas versi open source-nya.

Kriteria lain yang digunakan untuk menentukan apakah dikembangkan untuk Odoo Community atau Enterprise karakteristik modul atau aplikasi yang dibuat.

Jika bernilai tinggi dan memiliki peluang mengambil ceruk pasar, maka pengembangan untuk Odoo Enterprise. Ini tidak akan membawa jutaan pengguna, tetapi modul ini dapat dijual dengan mudah.

Jika aplikasi yang dibuat memiliki pasar massal dan sudah ada software open source lain di pasar, maka Odoo mengembangkannya untuk versi Community. Aplikasi ini tidak akan menghasilkan banyak pendapatan, tetapi dapat menarik jutaan pengguna ke Odoo.

Berikut ini adalah 2 contoh aplikasi baru yang dibuat untuk Odoo 13:

Aplikasi E-Learning dan Sertifikasi akan masuk ke Odoo Community. Produk ini memiliki potensi mendatangkan jutaan pengguna, seperti dari sekolah dan universitas. Selain itu, sudah banyak produk mapan di pasar ini, sehingga lebih sulit untuk dimonetisasi.

Sejarah Odoo Community dan Enterprise: Odoo E-Learning yang open source
Odoo E-Learning, dibangun untuk versi open source. Sumber: Dimension3 Systems

Aplikasi Field Service Management dibuat untuk Odoo Enterprise. Pasar produk ini sangat niche, hanya 5% dari seluruh perusahaan di dunia. Namun, Odoo melihat bahwa potensi merebut pasar cukup besar karena kompetitor banyak yang masih menggunakan teknologi lama.

Faktor di atas bukanlah aturan yang kaku. Ada kemungkinan terdapat pengecualian, tetapi panduan di atas sudah cukup untuk menjadi dasar pengambilan keputusan Odoo.

Perhatikan bahwa modul Field Service Management juga bergantung pada modul Odoo Community juga, seperti Project Management, Billing, dan Sales. Jadi, pembuatan modul Field Service Management juga berkontribusi pada peningkatan di Odoo Community.

Penyesuaian Batasan antara Odoo Community dan Enterprise

Pada tahun 2015, Odoo melakukan pivot dengan terburu-buru. Untuk meluncurkan bisnis model open core yang baru, sebagian besar pengembangan dilakukan untuk Odoo Enterprise. Hal ini dikarenakan dari yang sebelumnya 100% open source, Odoo perlu banyak meningkatkan fitur di Odoo Enterprise untuk mencapai keseimbangan 80:20. Pemisahan antara kedua produk ini dirinci di halaman Editions di website mereka.

Odoo menganggap akan lebih baik pembagian Community dengan Enterprise adalah per modul aplikasi, bukan per fitur. Mereka ingin menghindari aplikasi open source yang memiliki fitur enterprise. Hal ini berisiko membuat bingung pengguna Odoo Community.

Sejarah Odoo Community dan Enterprise: dihapusnya Odoo Accounting
Odoo Accounting, salah satu aplikasi yang dihentikan pengembangannya di Odoo Community. Sumber: G2

Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa modul yang dihapus dari Odoo Community, seperti Payroll dan Accounting. Kedua modul ini tidak dapat digunakan lagi tanpa Odoo Enterprise. Odoo tidak menutup source code dari modul yang dihapus ini, pengguna masih dapat mengakses dan memanfaatkan source code-nya. Semua yang berlisensi LGPL, tetap LGPL.

Namun, Odoo menghentikan pengembangan modul-modul tersebut sejak Odoo versi 13. Sebagai gantinya, mereka fokus mengembangkan aplikasi yang lebih lengkap di Odoo Enterprise. Jika Anda pegiat komunitas Odoo, jangan ragu untuk memanfaatkannya, lisensinya tetap LGPL.

Terima kasih telah membaca.


Pollux Integra merupakan perusahaan yang melayani jasa konsultasi dan implementasi Odoo ERP & CRM. Berpengalaman dalam implementasi ERP & CRM sejak tahun 2012. Untuk pertanyaan dan konsultasi, silakan hubungi kami di 0817-9662-311.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.