Menerapkan Putaway Rule di Odoo

Menerapkan Putaway Rule di Odoo

Implementasi manajemen gudang yang baik, memungkinkan barang yang masuk secara otomatis ditempatkan di lokasi yang sesuai. Untuk mempermudah penerapan ini, Odoo memperkenalkan fitur Putaway Rule. Dengan fitur ini, kita dapat mendeskripsikan aturan bagaimana memperlakukan barang yang masuk ke gudang.

Sebagai contoh, gudang yang menyimpan zat kimia, penting untuk memastikan item-item tertentu tidak diletakkan berdekatan untuk menghindari potensi reaksi kimia yang tidak diinginkan.

Apa itu Putaway dalam Manajemen Gudang?

Putaway adalah aktivitas memindahkan inventory dari zona penerimaan ke lokasi yang sesuai. Aktivitas putaway tidak hanya sekedar mengangkut inventory dari lokasi A ke lokasi B. Sejalan dengan praktik Lean Warehouse Management, putaway yang optimal meliputi:

  • Pengangkutan inventory yang cepat dan tanpa hambatan.
  • Pemanfaatan tempat penyimpanan (storage) yang optimal.
  • Penempatan yang baik agar memudahkan pengambilan (picking) inventory.
  • Adanya dokumentasi putaway.
  • Menjamin keamanan semua inventory, sumber daya, dan personil tim gudang.

Berbagai Strategi Putaway

Ada berbagai Strategi Putaway untuk memastikan praktik Lean Warehouse Management di atas terpenuhi. Setiap strategi memiliki kecocokan kasusnya masing-masing. Berikut ini adalah Strategi Putaway yang dapat diterapkan:

  • Berdasarkan Ketersediaan Ruang
    • Luas Gudang
    • Jumlah Gudang dan Lokasi Storage
    • Jumlah Item Inventory yang Diterima
  • Berdasarkan Item Barang
    • Varian Produk
    • Kondisi Storage yang dibutuhkan untuk Item
    • Berat Fisik dari Item

Sekarang, mari kita bahas satu-persatu berbagai Strategi Putaway di atas.

Diagram Strategi Putaway. Sumber: ERPNext

Strategi Putaway berdasarkan Ketersediaan Ruang

Di bawah ini adalah beberapa Strategi Putaway berdasarkan ketersediaan ruang:

Direct Putaway

Direct Putaway adalah menempatkan inventory yang diterima secara langsung ke lokasi yang tersedia. Direct Putaway ini cocok diterapkan untuk gudang yang berukuran kecil, lokasi storage hanya sedikit, dan varian item produk yang tidak banyak. Dengan kondisi gudang, storage, dan produk yang demikian, tim gudang dapat menempatkan inventory dengan cepat. Begitu pula pada saat pengambilan (picking), barang mudah ditemukan karena gudang tidak besar dan produk yang sedikit.

Indirect atau Combined Putaway

Pada strategiu Indirect Putaway, inventory diletakkan di lokasi sementara dahulu. Tim gudang mencari lokasi yang sesuai, kemudian jika sudah ditemukan, item barang baru ditempatkan di lokasi tersebut. Alasan memilih strategi ini karena gudang yang cukup luas, jumlah lokasi storage yang banyak, dan varian produk yang banyak.

Penerapan Indirect Putaway memberikan lebih banyak kontrol dan presisi saat mengirim barang ke lokasi yang sesuai di gudang. Biasanya, hal ini dilakukan di gudang besar. Tantangan utamanya adalah kesulitan dalam mencari tempat untuk penyimpanan barang yang diterima.

Strategi Putaway berdasarkan Item Barang

Strategi Putaway berikutnya adalah berdasarkan item barang. Berikut di antaranya:

Fixed Location Putaway

Pada strategi Fixed Location Putaway, lokasi tertentu ditetapkan untuk kategori barang yang spesifik. Sebagai contoh, ada gudang khusus untuk item yang besar dan berat, ada juga gudang khusus yang berisi item kecil dan ringan, atau bahkan gudang khusus cold storage.

Gudang yang berisi item besar dan berat, bisa saja ‘diselipkan’ rak untuk item yang lebih kecil. Namun, konsepnya adalah pemanfaatan gudang untuk item tertentu. Dengan begitu, mudah untuk menemukan item besar tadi. Ketika ada inventory baru masuk, sudah jelas akan ditempatkan dimana.

Dikarenakan lokasi yang sudah tetap, keunggulan dari strategi ini adalah kecepatan dan kemudahan dalam putaway maupun pengambilan (picking).

Dynamic Location Putaway

Pada strategi sebelumnya, lokasi untuk item yang spesifik telah ditentukan di awal. Sekarang, strateginya adalah sebaliknya. Dynamic Location Putaway tidak memiliki lokasi spesifik untuk item.

Item diletakkan dimana pun di lokasi yang tersedia. Hal ini mungkin menyebabkan gudang tidak rapi, tetapi lebih efisien dalam pemanfaatan ruang. Untuk gudang yang cukup besar, hal ini bisa menimbulkan ‘keruwetan’ ketika pengambilan barang jika tidak memiliki pencatatan yang memadai.

Dynamic Location Putaway merupakan praktik yang umum dilakukan di gudang e-commerce, dimana dapat menghemat waktu dan ruang.

Menerapkan Putaway Rule di Odoo

Sebelum menerapkan Putaway Rule, sebaiknya pahami dulu perbedaan Warehouse dan Location di Odoo. Sama seperti multi-location, fitur Putaway Rule secara default tidak aktif di Odoo. Untuk mengaktifkannya, akses menu ConfigurationSettings – ke bagian Warehouse – centang Multi-Step Routes. Nanti secara otomatis opsi Storage Locations juga akan tercentang. Untuk pengaturan Putaway Rule yang lebih kompleks, silakan centang Storage Categories.

Konfigurasi untuk mengaktifkan Putaway Rules

Setelah mengaktifkan fitur Putaway Rule, kita dapat mengakses list semua Putaway Rules di menu Configuration – Putaway Rules.

Default Putaway Rule: Direct & Dynamic Putaway

Saat pertama mengakses menu Putaway Rules, belum ada rule yang terdefinisi. Semua inventory yang masuk ke gudang akan masuk ke location WH/Stock, seperti yang terdefinisi di menu Warehouse bagian Warehouse Configuration – Incoming Shipments (1 step). Ini artinya Odoo menerapkan Direct Putaway pada pengaturan awal. Untuk mengubahnya menjadi Indirect Putaway, cukup memilih 2 steps atau 3 steps.

Warehouse Configuration – Incoming Shipment merupakan default Putaway di Odoo

Jika dilihat berdasarkan item barang, rule yang diterapkan adalah Dynamic Putaway dimana kita dapat memilih lokasi untuk menempatkan barang di operasi Receipts. Klik ikon garis 3 (details) pada Product Line form Receipts, kemudian pilih lokasi penempatan item tersebut (Dynamic Putaway), seperti gambar di bawah ini.

Penerapan Dynamic Putaway di Odoo dengan memilih lokasi penempatan item barang

Menerapkan Fixed Location Putaway

Untuk menerapkan Fixed Location Putaway, maka kita harus membuat rule baru di menu Putaway Rules. Sebagai contoh, mari kita buat produk Large Cabinet otomatis masuk ke rak Shelf 1, dan Storage Box ke rak Shelf 2. Putaway Rules-nya adalah seperti di bawah ini.

Penerapan Fixed Location Putaway melalui Putaway Rules

Putaway Rule ini juga dapat kita akses melalui halaman Produk, pilih smart ribbon Putaway Rule dan kita akan melihat rule yang terpasang di produk tersebut.

Dengan dibuatnya Putaway Rules seperti di atas, saat kita melakukan operasi Receipts yang terdapat dua item barang di atas, barang tersebut akan ditempatkan secara otomatis sesuai rule yang didefinisikan. Sehingga tidak perlu ada pekerjaan manual untuk memilih lokasi penempatan barang tersebut.

Penutup

Putaway adalah aktivitas memindahkan inventory dari zona penerimaan ke lokasi yang sesuai. Ada berbagai Strategi Putaway untuk memastikan praktik Lean Warehouse Management terpenuhi. Berbagai strategi putaway dapat diterapkan di Odoo dengan konfigurasi yang tepat. Pengaturan putaway yang lebih advance dapat dilakukan dengan mengombinasikan dengan konfigurasi Routes. Cara ini akan kita bahas di artikel yang lain.

Sampai berjumpa di tutorial yang lain.


Pollux Integra merupakan perusahaan yang melayani jasa konsultasi dan implementasi Odoo ERP & CRM. Berpengalaman dalam implementasi ERP & CRM sejak tahun 2012. Untuk pertanyaan dan konsultasi, silakan hubungi kami di 0817-9662-311.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.