Apa itu Lean Warehouse Management?

Apa itu Lean Warehouse Management?

Sudahkah Anda memanfaatkan teknologi untuk mengatur gudang? Sistem lean warehouse management adalah salah satu yang paling banyak dipakai untuk mengatur gudang produksi. Inilah yang akan kita pelajari lebih lanjut di artikel ini.

Untuk perusahaan manufaktur, sistem pergudangan menjadi salah satu hal yang cukup penting. Anda perlu mengelola barang yang selesai diproduksi. Semua produk tentu tidak langsung didistribusikan ke pasar.

Anda harus menyimpan produk tersebut di gudang. Oleh karena itu, sistem manajemen gudang harus benar-benar diperhatikan. Untuk memudahkan sistem manajemen gudang, mari kita mulai mempelajari sistem “lean warehouse management”.

Mengenal Sistem Lean Warehouse Management

Cara terbaik mempelajari sesuatu yang baru adalah dengan memahami pengertiannya. Oleh karena itu, pembahasan di artikel ini akan dimulai dengan mengetahui definisi dari lean warehouse management.

Seperti yang kita ketahui bersama, pelaku usaha yang bergerak di bidang manufaktur banyak mengalami masalah di bidang pergudangan.

Tak hanya pebisnis besar, pelaku UMKM pun ikut merasakan kesulitan dalam mengatur pergudangan. Untuk memaksimalkan pengaturan gudang yang lebih rapi, pebisnis perlu mempelajari lean warehouse management.

Sistem manajemen gudang ini memanfaatkan prinsip-prinsip lean (ramping) pada pergudangan. Gudang yang ramping membantu perusahaan untuk lebih optimal dalam meningkatkan proses inventaris mereka.

Metode lean warehouse management tumbuh dari Toyota Management System yang diinisiasi oleh Kiichiro Toyoda. Dalam menjalankan metode tersebut, ada beberapa komponen kunci, di antaranya: identifikasi nilai, pemetaan aliran nilai, hingga yang berkaitan dengan perbaikan proses pengolahan limbah.

Kiichiro Toyoda inisiator Lean Warehouse Management. Gambar: Icon Wheels

Setiap proses produksi, selalu ada limbah yang dihasilkan. Untuk meminimalisasi limbah tersebut, ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam lean warehouse management, yaitu produksi berlebih, inventaris, produk cacat, waktu tunggu, dan angkutan.

Dengan menciptakan sistem yang optimal, hal-hal tersebut bisa dihindari. Konsep telah lean menjadi bagian utama dari banyak perusahaan di seluruh dunia.

Metode 5S dalam Lean Warehouse Management

Prinsip 5S dalam Lean Warehouse Management. Gambar: Ask EHS

Untuk menerapkan lean warehouse management, ada istilah 5S. Anda perlu memahami metode 5S dalam lean warehouse management agar bisa mengaplikasikannya dengan baik. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Sort

Anda tentu sudah sangat familiar dengan istilah sortir, bukan? Dalam perusahaan manufaktur, menyortir berarti memilah-milah bagian, suku cadang, peralatan, atau komponen fisik sesuai dengan jenisnya.

Dalam manajemen gudang, proses menyortir bertujuan untuk mengidentifikasi produk serta memilah sumber daya yang perlu dan tidak perlu. Proses ini membutuhkan kerja tim yang teliti.

2. Set in Order

Selanjutnya, set in order berarti mengatur sesuai dengan urutan. Setelah proses menyortir, produk diatur dalam sebuah urutan, termasuk menempatkan produk yang bisa dipakai dan tidak.

Dalam proses set in order di lean warehouse management, peningkatan akurasi dan percepatan menjadi sesuatu yang utama. Diperlukan adanya peningkatan banyak proses. Kemudian, menghapus langkah-langkah yang tidak diperlukan, mengotomatisasi langkah-langkah, hingga mengubah struktur tugas.

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus adalah terkait peningkatan aksesibilitas ke inventaris, membuat tata letak gudang yang rapi, menyusun alur kerja yang praktis, dan meminimalisasi proses yang berlebihan.

3. Shine

Lalu, sampailah pada proses shine. Proses ini berkaitan dengan pembenahan gudang. Hal-hal yang tidak diperlukan, seharusnya dikeluarkan dari gudang. Segala jenis pemborosan harus dihilangkan agar gudang terlihat bersinar dan rapi.

4. Standardisasi

Kemudian, ada juga proses standardisasi. Proses ini berkaitan dengan berbagai penyelarasan, seperti standar label, format pengepakan, panjang pita pembungkus atau penutup karton, hingga jalur distribusi. Semuanya harus memiliki standar untuk mengurangi upaya, waktu, dan materi yang sia-sia.

5. Sustain

Terakhir, lean dalam perusahaan manufaktur juga berusaha untuk mempertahankan atau meningkatkan prosedur standar. Dalam hal ini, perusahaan perlu memiliki SOP yang dirancang dengan baik dan efektif.

Apa yang harus kita atur dalam SOP? Penyimpanan stok, pengambilan stok, pengemasan produk, penurunan produk, pemuatan produk, dan banyak lagi. Adanya SOP membuat para pekerja tahu kontribusi mereka dalam sebuah pekerjaan.

Video penerapan prinsip 5S di Gudang PLN UP3 Binjai

Manfaat Lean Warehouse Management

Proses manajemen gudang yang sangat banyak akan berat jika kita lakukan secara manual. Oleh karena itu, Anda perlu tools yang membantu memudahkan proses pengaturan gudang. Anda bisa menggunakan software MRP atau ERP yang di dalamnya terdapat komponen manajemen inventaris yang bagus.

Otomatisasi data bisa kita lakukan dengan mudah menggunakan sistem MRP atau ERP. Tak hanya untuk proses outbound, proses manajemen penyimpanan pun akan lebih mudah. Berbagai manfaat menggunakan lean warehouse management adalah sebagai berikut:

  • Proses inventaris data menjadi lebih mudah.
  • Pengaturan penyimpanan barang.
  • Pengaturan vendor.
  • Pengaturan pesanan.
  • Pengaturan visibilitas.
  • Efisiensi biaya.

Bagaimana Lean Warehouse Management Membantu UKM?

Apakah UMKM perlu mengadaptasi sistem lean warehouse management? Jawabannya tentu saja perlu. Secara tidak langsung, Anda mungkin sudah menerapkan metode tersebut. Namun, prosesnya mungkin masih manual.

Pada era yang lebih modern ini, Anda bisa memanfaatkan tools atau software untuk membantu manajemen gudang lebih rapi dan otomatis. Berikut cara lean warehouse management membantu UKM.

1. Efisiensi Biaya dan SDM

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, lean warehouse management memiliki 5 komponen yang sering kita sebut dengan 5S. Semua proses tersebut akan sangat melelahkan jika Anda lakukan secara manual. Jika ada beberapa hal yang bisa berjalan otomatis, ini tentu akan berdampak baik.

Dengan memanfaatkan tools lean warehouse management, sistem manajemen gudang bisa Anda jalankan secara lebih efisien. Anda bisa menghemat waktu dan sumber daya manusia. Hal ini pun akan berdampak pada efisiensi biaya.

Sebagai pebisnis, biaya operasional yang efisien tentu akan meningkatkan pendapatan. Ini adalah cara lean warehouse management membantu bisnis Anda.

2. Akurasi yang Lebih Baik

Selanjutnya, dikarenakan penerapan teknologi untuk membantu mengatur gudang, akurasi pun bisa menjadi lebih baik. Mesin bisa lebih akurat dalam melakukan tugas-tugas penting. Anda hanya perlu memastikan mesin tersebut tetap bekerja dengan baik.

Akurasi yang baik bisa memastikan produk yang Anda jual sampai dengan baik di tangan pelanggan. Lean warehouse management membantu Anda meminimalisasi human error.

3. Tugas Administratif Lebih Sedikit

Terakhir, kehadiran tools lean warehouse management akan membuat tugas administratif menjadi lebih sedikit. Hal-hal yang berkaitan dengan data bisa dibantu dengan software. Lalu, Anda hanya perlu memperhatikan hal-hal terkait tata letak produk atau proses distribusinya.

Penutup

Konsep lean sudah berkembang sejak lama. Setelah memasuki era Industri 4.0, lean warehouse management pun menjadi lebih populer. Sistem ini kemudian didukung dengan tools lean warehouse management yang memanfaatkan teknologi. Tools terbaru ini sangat membantu para pelaku usaha.

Untuk Anda yang masih kesulitan mengatur gudang, lean warehouse management adalah solusinya. Pelajari terus hal-hal yang berkaitan dengan konsep lean warehouse management untuk membantu mengembangkan bisnis Anda. Semoga informasi ini bermanfaat!


Pollux Integra merupakan perusahaan yang melayani jasa konsultasi dan implementasi Odoo ERP & CRM. Berpengalaman dalam implementasi ERP & CRM sejak tahun 2012. Untuk pertanyaan dan konsultasi, silakan hubungi kami di 0817-9662-311.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.